Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2014

Belajar dagang dari Indomart dan Alfamart

Sering terlihat dengan jarak yang tidak jauh disitu ada Alfamart  kalau tidak Indomart, hal tersebut menunjukan kesuksesan perusahaan bisa mengembangkan usahanya dimana-mana. Berikut beberapa hal yang bisa saya ambil ilmunya dari sistem alfamart dan indomart.

1.       Keuangan : sistem pembayaran alfamaret indomart menggunakan sistem komputer, sehingga menghasilkan laporan data yang tepat seperti hasil penjualan, stok barang, perhitungan laporan keuangan yang jelas dan lainnya bandingkan dengan pedagang-pedagang di pasar yang menggunakan sistem manual , bayangkan saja ada kesalahan perhitungan saja itu sudah memakan modal, bahkan bisa jadi tidak untung, kemudian memakai timbangan yang tidak akurat beda dengan indomart yang menggunakan timbangan digital. Dengan sistem kasir komputer ini ketika dalam keadaan ramai tidak masalah sedangkan sistem konvensional berpotensi timbul kesalahan-kesalahan perhitungan.

2.       Lokasi : lokasi jelas strategis

3.       Strategi Promosi : saya lihat ada barang yang murah dibandingkan harga pasar, ini memiliki tujuan untuk menarik pembeli sebagai pancingan atau penarik.

4.       Display : penataan tempat yang menarik tertata per jenis produk ini memudahkan pembeli mencari produk yang dicari, misalnya mau beli susu pembeli sudah mengetahui tempatnya.

5.       Kelengkapan produk, kebutuhan sehari-hari di Indomart alfa maret ini bisa dibilang ada.

Demikian kelima hal yang dapat saya pelajari dari sistem dagang indomart dan alfamart




Strategi meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha

Share dari apa yang saya lihat kemudian timbul ide untuk menulisnya saya kasih judul strategi meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha.

Sekedar opini saja sobat, sebelum melakukan pemasaran menurut saya langkah awal yang dilakukan adalah pemetaan yaitu mengetahui wilayah-wilayah seperti misalnya jumlah kecamatan kemudian tiap kecamatan ada berapa desa karena itu nantinya akan jadi target atau obyek pemasarannya.
Saya punya ide sebagai berikut misalnya kita mempunyai produk dan modal yang cukup melakukan model pemasaran yaitu dengan membuka sub agen dimasing-masing kecamatan  dan dikecamatan di distribusikan lagi kedesa-desa.

Berikut saya gambarkan ilustrasinya : disebuah kabupaten terdapat 14 kecamatan, masing-masing kecamatan kita dirikan agen setelah semuanya kecamatan terdapat agennya, langkah selanjutnya dengan promosi di media lokal untuk memperkenalkan produk kita. Jadi biaya promosi akan lebih hemat sekali promosi akan cakupnya seluruh kecamatan jadi di kecamatan tidak perlu lagi biaya promosi. Dengan langkah tersebut produk yang dipasarkan merata bisa dijangkau atau didapatkan di semua wilayah kabupaten, sehingga potensi penjualan meningkat karena produk yang mudah didapatkan. Dulu saya pernah merencanakan memasarkan produk seperti ini namun kendalanya adalah mitra untuk mendapatkan mitra untuk bisa bekerjasama ini banyak hambatan. Dengan sistem pemasaran seperti ini saya rasa usaha bisa berkembang. Karena bisa disimpulkan singkatnya faktor kali atau sistem jaringan yaitu bagaimana mengembangkan jaringan untuk mengembangkan usaha, semakin banyak yang menjualkan semakin besar penjualan meningkat, jika penjualan masing-masing kecamatan 1000 unit maka tinggal dikalikan 14 menjadi 14ribu unit.

Demikian sekedar coretan teori yang belum tentu mudah untuk mengimplementasikannya. Coretan diatas hanya perenungan ketika berfikir bagaimana agar bisa meningkat penjualannya.

Sekian terimakasih.