Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

Awas ! Jangan Salah Melangkah dan Terlalu Cepat Mengambil Keputusan

Inilah fakta yang harus kita hindari sejauh mungkin, sebab fakta ini akan menjadi proses kegagalan panjang dalam hidup anda jika tidak dirubah dan tidak diperbaiki. Pengalaman yang saya alami ini tentu akan menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua, sebab kita tentu tidak mau menjadi orang yang banyak keinginan, tetapi apapun tidak bisa diraih, ibarat orang kisaran dan tanjung balai bilang "jangankan Ndak Menjomak, Menjomput pun tidak", artinya jangankan mau menggenggam, memungut pun tidak bisa.

Pengalaman ini berawal dari beberapa teman saya yang melihat blog-blog milik saya yang ada iklannya, kemudian mereka bertanya:
"ibrahim, ada apa di blog mu itu, kok ada gambarnya dan ganti-ganti", saya menjawab "itu namanya iklan". Mereka bertanya lagi "kalau memasang itu, emangnya ada manfaatnya ya!?" saya menjawab lagi "ya tentu ada, saya dapat duit dari sini jika ada pengunjung ada yang mengkliknya".
Singkat cerita dengan obrolan yang begitu panjang, akhirnya beberapa dari mereka meminta untuk diajari membuat blog dengan lengkap, maka saya pun memberikan mereka pelajaran pertama dan terakhir plus mendesain Templatenya.
blocopy.blogspot.com.com-Sukses
Luar biasanya, tulisan dari blog mereka dalam jangka 2 bulan sudah mencapai 300-500 artikel dengan tulisan sendiri dari berbagai tema yang telah mereka tentukan, tentu saya begitu senang dengan semangat mereka. Sampai pada suatu hari, mereka datang dan bertanya:
"ibrahim, daftarkan lah kami biar bisa dapat duit dari iklan yang sama seperti di blogmu", lalu saya menjawab "tidak semudah itu untuk diterima sebagai fatner Adsense, tapi kalau untuk iklan lokal bisa saya usahakan", lalu mereka bertanya lagi " kalau iklan lokal, besar ngak penghasilannya?" saya jawab: "semua itu tergantung pengunjung, makanya untuk sementara ini fokus aja dulu untuk memperbanyak artikel dan meningkatkan pengunjung".
Akan tetapi mereka tetap ngotot untuk dipasangkan iklan di blog yang baru mereka buat, mau tak mau saya pun mendaftarkannya, dan jadilah iklan untuk mereka. Tentu mereka senang, namun kesenangan itu tidak lama, sebab ketika iklan sudah berusia 1 bulan, kemudian mereka cek, ternyata penghasilan dari iklan lokal yang saya daftarkan tersebut hanya memberikan mereka sejumlah Rp. 10.000 saja, dan heeeheee mereka ngambek dan bilang, wah percuma ya! buang tenaga dan pikiran saja, ternyata ini ndak ada gunanya.
Saya pun mengatakan "kita harus sabar, sebab saya sendiri pun mendapatkan penghasilan ini setelah 1 tahun, dan itupun tidak langsung dapat uang banyak, lagian saya memang niat awal buat blog itu untuk belajar, hobi dan mau berbagi, sedangkan penghasilan itu datangnya belakangan".
Setelah kejadian itu, akhirnya blog yang baru saja mereka buat tidak lagi pernah dibuka, bahkan ada yang menghapusnya.

Iktibar bagi kita semua.......
Nah, dari fakta berdasarkan pengalaman yang saya alami ini dapat ditarik kesimpulan dan hikmahnya bagi kita yaitu:
  • Pikirkanlah terlebih dahulu secara matang apa yang hendak kita pilih
  • Tanya dulu diri kita tentang apa dan mau apa kita memutuskan sesuatu
  • Apakah kita hobi, terpaksa, ikut-ikutan atau sekedar mau tahu saja (coba dipikirkan)
  • Prinsip Kesuksesan adalah "Sukses itu butuh keseriusan dan pengorbanan"

Inilah informasi yang bisa saya sajikan sebagai bahan renungan dan motivasi untuk kita semua, sebab kita tidak bisa melihat orang senang dan sukses, lalu kita mau menjadi seperti mereka dengan waktu dan cara yang mudah, sebab orang yang sukses itu tentu mempunyai pengalaman, suka dan duka yang telah mereka alami, dan kesuksesan mereka tidak begitu saja mereka peroleh hanya dengan berkhayal tapi tak mewujudkan khayalanya.

Selasa, 26 Agustus 2014

Makna Takut Kepada Allah SWT yang Sebenarnya

Saya pernah menuliskan ungkapan "Kalau kamu takut dengan Allah, berarti itu salah besar. Sebab Allah tidak perlu ditakuti". Ungkapan ini ternyata mendapat kritik dan perbedaan pendapat, akan tetapi mereka tidak mau merenungkan ungkapan yang saya paparkan, mereka hanya mampu mengkritiknya saja.

Perlu saya tegaskan bahwa makna ungkapan di atas bermakna tentang pengabdian kita kepada Allah swt tidak berdasarkan embel-embel karena takut akan ganjaran berupakan dosa, tetapi karena kesadaran kita kepada Allah yang selalu melindungi, memberi nikmat dan karunia sampai saat ini.

Lihat nabi Muhammad saw, sudah dimaksumkan Allah swt pun, beliau masih tetap saja beribadah. Bahkan dikisahkan bahwa kaki beliau sering bengkak karena ibadah kepada Allah, mengapa beliau mau demikian, hal itu karena kecintaan dan ketaatannya kepada Allah karena kesadaran bukan karena takut kepada Allah dengan ganjaran neraka, sebab Rasulullah telah mendapat jaminan surga.
Makna Takut Kepada Allah SWT yang Sebenarnya
Pendapat yang tidak setuju mengatakan
Bgaimana pulak dari ibadah sufi sdh ada di zaman Rasul, sedangkan sufi kapan baru muncul...sufilah yg meniru ibadah yg original dari zaman Rasul, cek dulu kapan pemikiran sufi lahir...masalah tata cra ibadah Rasulullah dan umar tdk ada sangkut pautnya dgn sufi, itulah cara Rasulullah dan sahabat memandang ibadah yaitu dgn tatacara rasulullah ajarkan, banyak Ayat dan hadist yang mengatakan " takutlah kepada Allah...salah satu contoh ayatnya ; “Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti kamu, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman.” (Ali ‘Imran: 175) Allah sendiri meminta kita takut kepada-Nya...banyak lagi dalil ttg takut kepada Allah...makanya mari kita lebih banyak belajar lagi...hehehehe"

Lalu saya menjawab:
Saya tidak pernah mengatakan kalau ibadah nabi Muhammad saw dan para sahabat merupakan bagian dari sufi, dan saya juga tidak ada menyinggu sufi. Ibadah yang dilakukan nabi dan para sahabat murni karena keikhlasan mereka karena tanda dan bukti Cinta serta rasa syukur kepada Allah swt.

Cobe deh direnungkan apa yang krisye katakan "jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kamu sujud kepadaNya", walaupun itu andai saja, tapi bisa menjadi bahan renungan bagi kit amasing-masing tentang pengabdian kita kepada Allah, apakah dengan niat yang tulus dengan kesadaran, atau ada embel-embel dibelakangnya.

Jadi, makna takut disini bukan untuk menyepelekan kekuasan Allah, sebab jika seluruh manusia yang ada didunia ini tidak takut kepada Allah dalam arti ingkar kepadaNya, maka sedikitpun tidak akan kurang kekuasaan dan kemahaan Allah swt, jadi pengabdian kita pada hakikatnya bukan untuk Allah, tetapi untuk kita sendiri sebagai hamba yang sadar bahwa segala nikamt dan karunia dari Allah perlu kita syukuri setiap saat.

Coba renungkan firman Allah yang mengatakan bahwa Allah tidak melihat harta, cantik, ganteng atau ucapan taqwa (tanpa ada makna), tapi Allah melihat bagaimana hati mereka yang benar-benar ikhlas menjalankan ibadah kepada Allah, sebab orang yang shalat saja bisa masuk neraka, mengapa? hal itu karena ibadah shalat yang dia lakukan semata-mata hanya sekedar menghilangkan kewajiban atau karena sesuatu yang tidak terkait karena Allah swt.

makna "salah besar" yang saya ungkapkan adalah makna takut karena Kuasa Allah yang seolah-olah dijadikan sesuatu untuk menakut nakuti, sebab Allah tidak demikian. Allah itu adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, jadi tujuan dari ungkapan di atas adalah nuansa untuk menyadarkan manusia jika Allah swt itu Maha kasih dan Maha sayang. Islam dibangun atas dasar kesadaran, bukan pemaksaan, maka dari itu wajar jika penganutnya menjadi contoh baik bagi umat lain karena akhlak, moral dan perbuatan mereka.

kecintaan kepada Allah yang begitu besar menjadikan "takut" merupakan hal yang tidak pernah ada, sebab Allah itu maha Lembut yang selalu memberi kesempatan bagi hambanya untuk bertobat jika melakukan kesalahan.

Jawaban saya:
Takut kepada Allah yang sobat maksud jika menurut pemahaman saya adalah memaknai bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah, maka dari itu, penagbdian semata wajib kepada Allah. Jika ada yang berani "tidak takut" dengan ingkar kepadanya, maka dia telah berani menantang kekuasaan Allah dan wajib baginya untuk pergi dari dunia yang diciptakan Allah ini, maka sangat wajar jika tempat dia adalah neraka untuk selama-lamanya

Akan tetapi "takut" yang saya maksud di sini adalah dari sisi ibadah ayng lebih mengedepankan kesadaran atas segala perintah Allah untuk dijalankan dan segala larangan Allah untuk ditinggalkan

Lalu bagaimana dengan pendapat Anda?????? Mau ikut gabung juga, silahkan kunjungi disini.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Kemerdekaan Indonesia ke-69 (Perjuangan tanpa Lelah)

Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2014 kembali kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-69. Tanpa terasa sudah 69 tahun kita bebas dan merdeka dari belenggu penjajahan yang diraih dengan pengorbanan dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia ke-69 (Perjuangan tanpa Lelah) adalah pesan sepanjang masa yang masih berkibar untuk kita bangsa Indonesia agar tetap berjuang dan berkorban demi tanah air yang tercinta ini. Jika dahulu para pahlawan rela mengorbankan nyawa mereka untuk meraih kebebasan/kemerdekaan, maka perjuangan mereka tidak berhenti sampai di situ saja, tentu ada pesan yang mendalam bagi kita anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Perjuangan dan pengorbanan itu bisa saja terjadi seperti dahulu kala, akan tetapi untuk saat ini perjuangan yang harus kita lakukan adalah perjuangan yang bertitik tolak pada moral, akhlak, pendidikan dan kebersamaan.
HUT Indonesia
Kemerdekaan Indonesia tentu tidak saja meliputi kebebasan dari penjajahan, tetapi bangsa ini harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari moral yang buruk dan tercela serta merdeka dari rasa tidak peduli dengan sesama.

Hal itu berarti bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berani, suci, bermoral, berakhlak, beriman dan mempunyai kuantitas dan kualitas tinggi dalam bidang pendidikan. Jika hal tersebut belum kita capai secara maksimal, maka kemerdekaan kita untuk saat ini masih sebatas kebebasan saja dari penjajahan, sedangkan yang lainnya kita belum merdeka.

Akhir kata saya berpesan kepada kita semua anak bangsa Indonesia untuk terus memotivasi diri menjadi anak bangsa yang semangat dalam menggali Ilmu Pengetahuan, menjadi anak bangsa yang bermoral dan berakhlak mulia serta menjadi generasi bangsa yang senang dengan persatuan dan kebersamaan. Dirgahayu Indonesiaku yang ke-69, semoga engkau tetap jaya sampai akhir masa. Amiiin

Rabu, 13 Agustus 2014

Arti Rezeki yang Sebenarnya

Menurut beberapa ahli seperti Sya`rawi mengatakan bahwa rezeki itu adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Rezeki bukanlah setiap apa yang kita peroleh, sebab dari apa saja yang kita dapatkan tersebut ternyata ada bagian orang lain yang harus kita berikan seperti untuk orang tua, istri, anak-anak dan orang yang lain yang membutuhkan.

Rezeki bukan saja harta yang kita miliki, tanah lebar yang kita punya dan rumah banyak dimana-mana, akan tetapi rezeki adalah sesuatu yang bisa memuaskan dan membahagiakan kita seperti kesehatan, kepintaran, kesempatan, anak shaleh, perhatian, kasih sayang dan lain sebagainya.
Rezeki
Tubuh yang tercipta dari Tuhan yang Maha kuasa ini juga merupakan rezeki yang luar biasa apabila dimanfaatkan untuk membantu orang lain, berbuat baik dan selalu menjadi impian setiap orang jika berada disisi kita.

Keberadaan rezeki bagi manusia adalah sisi kehidupan yang aman, damai dan bahagia dimanapun dan kapanpun baik di dunia maupun di akhirat, dan inilah Arti Rezeki yang sebenarnya.

Nilai Seorang Sahabat

Apabila hubungan persahabatan bertambah dalam dan akrab, maka merupakan hal yang wajar jika di dalamnya terdapat perseteruan dan ketidakcocokan serta perbedaaan pendapat.

Akan tetapi, hal itulah yang menjadi bumbu penyedap bertambahnya keakraban dan saling mengerti walau perbedaan tersebut masih tetap ada, dan jangan sampai karena perbedaan itu menjadi faktor yang menjadi pemutus tali persahabatan yang sudah terbangun.

Semakin berbeda juga akan semakin membuat intropeksi diri semakin dalam yang akan menghantarkan ke arah pengenalan mendalam yang akan membawa seseorang akan tahu dan mengenal segala bentuk kekurangan sahabatnya. Jika ini dibangun dengan baik, maka segala kekurangan itu akan tertutupi dengan kelebihan yang menjadi penentu untuk menambah persahabatan semakin kokoh.
Sahabat
Apabila kita mengenal lebih dalam lagi segala kekurangan sahabat kita dan kekurangan diri kita sendiri, maka itulah jalan yang terang untuk lebih mengenal dan saling mengerti. Membina persahabatan yang baik membutuhkan pengertian dan ketulusan tanpa tujuan komersil yang akan mengalahkan rasa keangkuhan, keegoisan dan mau menang sendiri.

Nilai seorang sahabat adalah nilai yang terpupuk karena saling mengenal dan saling menghormati atas segala perbedaan dan menerima atas segala kekurangan masing-masing.

Kamis, 07 Agustus 2014

Bukan Banyak Tapi Berkah

Bukan banyak tapi berkah adalah hal yang patut menjadi renungan panjang dalam sisi kehidupan kita terkait dalam hal apapun. Terkadang kita terlalu cepat meminta sesuatu kepada sang Pencipta, banyak doa-doa yang nuansa dan tujuannya mengarah pada permintaan yang berujung “banyak, banyak rezeki, banyak anak, banyak uang, banyak teman, banyak tanah, banyak rumah dan banyak-banyak lainnya”.

Namun pernahkan anda dan kita semua merenungkan bahwa banyak belum tentu berkah, tapi berkah bisa saja banyak. Walaupun sedikit yang penting berkah, sebab keberkahan itulah yang kita inginkan.

Banyak pun harta yang kita miliki, uang yang kita punya dan tanah yang begitu lebar tapi tidak berkah, maka semua yang “banyak” itu bisa saja habis dalam hitungan tahun, bulan, hari bahkan detik.
Bukan Banyak Tapi Berkah
Namun, keberkahan yang kita peroleh akan memberikan kepuasan dan nilai yang baik yang bisa kita nikmati secara jelas, dengan keberkahan rezeki yang kita peroleh akan melahirkan rasa syukur yang begitu besar sehingga akan terus menambah pundi-pundi keimanan.

Keberkahan setiap langkah dalam mewujudkan sesuatu yang menjadi keinginan juga akan menghantarkan Ridha dari Allah swt, sebab keberkahan akan mendatangkan kehalalan dan menjauhkan keharaman.

Maka dari itu, belajarlah untuk meminta sesuatu kepadaNya dengan awal kalimat “berkah”. Semoga bermanfaat.

Asal Nulis

Ya sesuai dengan judulnya, maka tulisan ini pun harus berujung tanpa ada kepastian kemana arah dan tujuannya, sebab terkadang kehampaan dalam menentukan sebuah judul harus terhambat karena beberapa faktor. Namun, walaupun judul “ Asal Nulis” ini adalah bagian dari permasalahan yang harus diselesaikan, bukan berarti tulisan yang sekedar ditulis tidak bermanfaat, ndak percaya silahkan dibaca ya!.
Asal Nulis
1. Sakit
Merupakan momok dan daya kejut yang sangat dihindari siapapun jika hal itu datang kepadanya, sebab sekuat apapun anda, tentu jika sudah sakit, maka kekuatan tubuh akan melemah tanpa terkecuali siapapun dia. Oleh karena itulah, sedia payung sebelum hujan, antisipasi diri anda untuk selalu menjaga kesehatan.

2. Kaya
Siapa yang tidak ingin kaya, tentu semua orang ingin mendapat kekayaan. Akan tetapi, tentu dalam bola kehidupan di dunia ini tidak semua orang mendapat kesempatan untuk menjadi kaya, maka dari itu, manfaatkan kekayaan anda pada arah dan jalan yang benar, perbanyak tabungan anda untuk masa depan di akhirat dengan bersedakah sebanyak-banyaknya, sebab apa yang kita sedekahkah adalah harta sesungguhnya yang akan kita peroleh kelak di akhirat nanti.

3. Orang tua
Teman saya menagis saat pulang dari kota jakarta menuju kampung halaman di Medan, rasa tangis itu menjadi haru ketika dia menghampiri tempat terindah ibunya di pemakaman. Beliau menyesal belum sempat menghajikan ibunya, namun apa daya, takdir ditangan Allah swt. Maka dari itu, selagi ada orang tua anda, jangan sia-siakan mereka, berbaktilah dan buat mereka terus tersenyum dan terus bahagia.

Tulisan “Asal Nulis” adalah uangkapan hati anda ketika susah menetukan sebuah judul, maka jangan pernah ragu menulis, tulislah apa yang hendak anda tulis, sebab kita tidak tahu bahwa tulisan tersebut akan bermanfaat di suatu saat nanti, yang penting tulisannya tidak melanggar aturan dan etika baik dari sisi hukum maupun Agama.

Selasa, 05 Agustus 2014

Padang Mahsyar Tidak Saling Kenal?

Ada yang mengatakan kalau kita nanti ketika dikumpulkan di padang mahsyar, maka satu sama lainnya tidak akan saling mengenal walaupun dahulu selama di dunia mereka yang tidak kita kenal adalah keluarga kita, ayah kita, ibu kita bahkan teman kita. Benarkah itu? Jawabnya tidak benar, mengapa?

Posisi manusia ketika berada dalam suasana antrian di padang mahsyar untuk menunggu dipanggil dan terus dihisab, maka kita yang begitu banyak berkumpul apabila berjumpa dengan keluarga atau orang yang kita kenal selama di dunia, maka kita akan kenal juga disana, permasalahan yang timbul adalah, kita tidak akan memperdulikan lagi keadaan mereka karena keadaan yang begitu dahsyatnya sehingga yang kita pedulikan adalah diri kita sendiri.

Jangankan dahsyatnya suasana padang mahsyar yang telah dijelaskan bahwa keadaan tersebut begitu mengerikan seperti matahari yang panasnya begitu luar biasa seolah-olah berada tepat diatas kepala kita dengan jarak sejengkal tangan, begitu juga dengan keadaan yang lainnya, keadaan dunia saja apabila ditimpa gempa bumi, tsunami dan lain sebagainya, maka saat itu terjadi banyak mereka yang tidak lagi ingat keluarganya, temannya, anaknya, suaminya, istrinya atau orang yang dikenalnya, semua kebanyakan akan memikirkan diri sendiri yang berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing dari bencana yang sedang mereka hadapi.

Padang Mahsyar Tidak Saling Kenal?Di dunia saja ada juga orang lain yang tidak kita kenal karena belum berkenalan, maka wajar saja jika di padang mahsyar pun banyak dari kita yang tidak akan mengenal satu sama lain. Intinya adalah status manusia di padang mahsyar tidak jauh berbeda dengan di dunia, hanya saja ada perbedaan tempat dan waktu yang sudah ditentukan oleh Allah swt.

Bagi mereka yang banyak amal ibadahnya, tentu akan mendapat kebahagiaan dan naungan dari Allah swt, maka tentu tidak akan ada lagi kekhawatiran dan ketakutan, maka ketika mereka berjumpa dengan orang yang mereka kenal, mereka akan menegur dan menyapa orang tersebut, sebab apa? Hal itu karena tidak ada ketakutan yang selalu menghantui bagi mereka yang tidak mendapat naungan oleh Allah swt.

Rabu, 09 Juli 2014

Gagal Menikah Karena Harta (Curhatan Sang Penanti)

Begitu manisnya kata-kata sang calon istri yang terungkap dari lisannya ketika bersedia untuk menjadi istri dan menerima apa adanya. Ini merupakan kisah nyata yang takkan terungkap dengan kata-kata, takkan terukir dari tangan-tangan pelukis dan takkan terbias dari syair-syair sang penyair, rasa sakit yang terus menusuk hati adalah resiko berat tanpa kehendak.

Impian untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah harus kandas ditengah jalan karena harta. Harta menjadi tolak ukur dan kehendak calon mertua yang tidak sanggup diwujudkan. Kehormatan dan Kewibawaan Keluarga menjadi alasan utama mengapa Harta menjadi tolak ukurnya, sebab jika banyak harta pasti bisa membeli apa yang diinginkan.
Gagal Menikah Karena Harta (Curhatan Sang Penanti)
Alasan calon mertua yang membedakan derajat darah biru dan merah merupakan hal yang sangat disayangkan, sebab Allah swt telah mengatakan bahwa derajat manusia itu sama di sisi Allah swt. Harta bukanlah satu-satunya penentu kebahagiaan, harta bukanlah penentu kebahagiaan. Kesetiaan, kasih sayang dan tanggung jawab adalah modal utama dalam sebuah pernikahan.

Inilah barangkali yang disebut "Tidak berjodoh", memang alasan Harta yang menjadi problem utama gagalnya pernikahannya, namun jika dipikirkan dan direnungkan, mungkin Allah ingin memberinya pasangan yang lebih baik darinya, calon mertua yang tidak mengukur dari sisi harta dan mau menerima apa adanya.

Apa daya, kehendak, harapan dan keinginan yang tulus itu harus gugur bersama rasa sakit yang masih terpendam. Hanya keyakinan untuk mendapat yang lebih baik menjadi pemupuk dan motivasi, harapan serta doa yang terus terucap seiring usaha untuk mencari pengganti yang lebih baik darinya.

NB
Kisah nyata ini telah mendapat ijin untuk dituliskan di blog www.blocopy.blogspot.com.com, segala bentuk kalimat merupakan buah curhat yang ditorehkan melalui blog ini. Maaf! Nama tidak disebutkan berdasarkan permintaan.

Senin, 07 Juli 2014

Desainer atau Modifikasi Template (Jujur Dong..!)

Sebenarnya saya tidak ingin membuat artikel ini, akan tetapi entah mengapa saya ingin mencoba memberi saran kepada para blogger untuk bersikap jujur dan adil untuk diri sendiri dan orang lain. Permasalahan ini terkait dengan Desainer atau Modifikasi Template, yuppss inilah dia masalah intinya. 

A. Desainer Template
Desainer template berarti membuat template berdasarkan hasil karya olahan sendiri tanpa ada campur tangan pihak kedua atau ketiga baik dari sisi kode (HTML, CSS, JavaScript), tampilan bahkan Gaya template (Responsive/not responsive).

Desainer template merupakan orang yang mampu menguasai dan membuat hal baru dalam desainnya. Kemudian, desain yang dia buat merupakan hasil olahan dan buah pikir dia sendiri tanpa menjiplak karya orang lain. Para desainer template sangat banyak di Dunia ini, sedangkan untuk di Indonesia sendiri kalau menurut saya setelah mengecek masing-masing template buatan mereka maka dapat disimpulkan yaitu:
  • Agus Ramdhani (www.zoomtemplate.com)
  • Maskolis (www.maskolis.com)
  • Adhy Suryadi (www.kompiajaib.com)
  • Kang Ismet (www.blog.kangismet.net)
Desainer-desainer template yang saya sebutkan di atas merupakan desainer sejati yang memang patut diacungin jempol, sebab mereka benar-benar terbuka baik dari sisi pembuatan, cara pengolahan dan memberikannya secara cuma-cuma tanpa syarat.

Intinya adalah bahwa desainer merupakan orang yang mampu merancang sesuatu menggunakan ide dan karya sendiri dengan kemampuan yang maksimal dibidang desainer yang dia lakukan, maka desainer template adalah mereka-mereka yang mampu membuat template dengan ide/karya sendiri serta mampu dan ahli dibidang template baik dari sisi kode HTML, PHP, Javascript dan lainnya.
Desainer atau Modifikasi
B. Modifikasi Template
Modifikasi merupakan kegiatan yang merubah, mengedit dan menambah hasil desain sebelumnya. modifikasi template adalah merubah bentuk, tampilan bahkan kode pada template tersebut sesuai dengan keinginan yang memodifikasi. 

Berbeda dengan desainer yang wajib tahu tentang kode (HTML, PHP, Javascript dll), gaya, tampilan dan bentuk lainnya dari template, maka tidak dengan orang yang ahli memodifikasi, sebab memodifikasi tidak diwajibkan harus tahu semuanya, cukup yang perlu diketahuinya adalah kode-kode apa saja yang akan dirubah dan dimodif.


Desainer atau Modifikasi Template (Jujur Dong..!)

Yang membuat saya bingung adalah begitu banyaknya blogger-blogger yang mengaku membuat template dengan desain sendiri padahal template tersebut sudah dibuat sebelumnya. Coba anda lihat template blocopy.blogspot.com.com, maka ketika saya hilangkan kredit link dan saya cantumkan nama saya sebagai desainernya, saya yakin dari 100% sekitar 95% percaya kalau saya yang mendesain template tersebut, mengapa?

Hal itu karena tampilan, bentuk bahkan tata letak templatenya bisa saya pastikan 95% berbeda dengan aslinya, namun itu bukan hasil desain/karya saya, saya hanya memodifikasinya saja. Oleh karena itu, saya berharap kesadaran pada blogger untuk jujur dan adil jika ingin memberikan sesuatu, maka berikan sesuatu itu dengan kejujuran.

Jumat, 04 Juli 2014

Apa Adanya Kriteria Pemimpin Idaman Rakyat

Apa Adanya Kriteria Pemimpin Idaman Rakyat - Terkait soal siapakah yang tepat untuk menjadi CAPRES tahun 2014 ini, maka salah satu yang menjadi pembicaraan adalah sosok bapak Prabowo sebagai kandidat CAPRES dengan nomor urut 1. Lalu mengapa Bapak Prabowo menjadi sosok figur yang dinanti rakyat Indonesia? Jawabannya (banyak asumsi dari survey yang saya lakukan) adalah Keberanian, ketegasan dan kejujuran serta membela rakyat.
Pemimpin
Strategi dan cara pimpinan ala Bapak Prabowo sangat tergambar jelas bahwa beliau tidak neko-neko dan banyak janji. Planning dan Ide serta perbaikan merupakan fokus inti yang menjadi tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia, dibuktikan dengan tidak banyak janji tapi bukti secara konkrit merupakan langkah beliau untuk menjadikan Indonesia bangkit kembali menjadi Macan Asia.

Pemimpin perlu dengan ketegasan, keberanian dan kejujuran untuk membela rakyatnya, membela bangsanya dan menjadikan tanah air Indonesia sebagai negara yang disegani, dihormati dan bermartabat. Kedudukan rakyat bermartabat dan pintar dengan prinsip kebersamaan dan persatuan merupakan cita-cita kita semua untuk mendapat strategi kepemimpinan yang seperti itu. Siapakah yang tepat disandingkan dengan sosok ini, apakah Bapak Prabowo? jawablah masing-masing.

Tidak banyak janji tapi perlu bukti adalah beberapa kreteria sosok pemimpin yang seharusnya ada pada pemimpin kita. Budaya kejujuran saat ini sudah tidak diindahkan, budaya persatuan dan kebersamaan tidak lagi menjadi gambaran khas yang seharusnya ada pada pemimpin kita,..Lalu Mungkinkah Bapak Prabowo Sosok Figur Pemimpin saat ini???? Jawablah sendiri.

Rabu, 02 Juli 2014

Erie Suzan: Muara Kasih Bunda (Ibu..Maafkan Anakmu ini ya!)

Bagaimana dengan anda, masihkah ibu anda ada disisi (dekat) anda, jauh dari anda bahkan telah meninggalkan anda untuk selamanya. Lalu apa yang sudah anda lakukan sebagai tanda bakti untuk ibu anda, apakah hanya sekedar formalitas meminta maaf setiap 1 tahun sekali guna menjauhi kalimat “anak durhaka”, memberi harta yang anda banggakan lalu menempatkannya ke panti asuhan sebagai tanda kalau anda masih sayang, atau hanya sekedar menghubunginya lewat ponsel karena anda sibuk demi pekerjaan? Jawablah sendiri.

Tahukah anda, bahwa seorang ibu tidak pernah lelah, mengeluh bahkan benci dengan anda ketika beliau mengasuh anda, merawat anda, membesarkan anda hingga membimbing anda sampai saat ini. Kasih sayangnya melebihi dari separuh nyawa yang rela ia korbankan untuk anda, dengan segenap apa yang dia miliki tetap mempertahankan anda untuk terus tersenyum, lalu masihkah anda mengeluh dengan mengatakan “ibu kok ndak adil, bu aku mau ini, bu kasih sayangmu belum sempurna, bu minta ini, bu mau ini,...”

Lalu apa yang sudah anda lakukan, apa yang sudah anda balas dan apa yang bisa anda banggakan untuk ibu anda? Sudahkah dia terus tersenyum saat ini, masihkan dia bekerja, masihkah dia menagis dan masihkah dia terus-terus lelah? Jawablah sendiri. Yang pasti, jadilah anak yang membuat ibu anda meneteskan air mata kebahagiaan bukan kesedihan, jadikanlah anda sebagai anak yang selalu membuat ibu anda bangga mempunyai anak seperti anda, dan teruslah membuat ibu anda tersenyum gembira dan bahagia. Tentu kita sudah tahu kalau ibu adalah segalanya, ridha ibu adalah ridha Allah dan murka ibu adalah murka Allah.
Erie Suzan: Muara Kasih Bunda
“Bunda, engkaulah muara kasih dan sayang, apapun pasti kau lakukan demi anakmu tersayang”, engkau tidak pernah lelah, letih dan mengeluh ketika membesarkanku, seluruh jiwa ragamu kau berikan untukku dengan ketulusan, doa dan kasih sayangmu. 
“Maafkan diriku bunda, kadang aku tidak sengaja membuatmu menangis, bersedih dan merasa hina, tahukan dirimu wahai bunda, bahwa aku hingga saat ini tetap menangis dan berdoa agar engkau sehat selalu, bahagia dan selalu mendapat berkah dari Allah swt”.
“Wahai bunda, tolong berikan doamu dan restu untuk anakmu ini, daku berharap engkau tidak pernah menagis karena perbuatanku, sebab jika itu terjadi, maka alangkah sia-sia hidupku sampai aku dipanggil sang kuasa. Wahai bunda, tiada yang bisa aku beri selain doa dan bakti yang sampai kini masih belum bisa kulakukan dengan sempurna, tapi tahukah dirimu bunda, bahwa kasih dan sayangmu telah membuat semangat aku untuk meraih masa depan begitu tinggi, sebab jika aku berhasil aku akan menjumpaimu dan berkata “bun, ni anakmu pulang dan berhasil, tolong terima lah oleh-oleh kecil ini ya bun”.
Erie Suzan
Penyanyi : Erie Suzan
Judul : Muara Kasih Bunda
Album : Single
Kualitas: standart 128 kbps
Tahun: 2013
Download Lagu Mp3: Erie Suzan: Muara Kasih Bunda

Lirik Lagu Erie Suzan: Muara Kasih Bunda

Bunda, engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
demi anakmu yang tersayang

Bunda, tak pernah kau
berharap budi balasan
Atas apa yang kau
lakukan untuk diriku yang kau sayang

Saat diriku dekat dalam sentuhan
peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
doamu kausertakan

Reef:
Maafkan diriku bunda
kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka
Kuingin kau tau bunda
betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu

Intro............

Bunda, tak pernah kau
berharap budi balasan
Atas apa yang kau
lakukan untuk diriku yang kau sayang

Saat diriku dekat dalam sentuhan
peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
doamu kausertakan

Reef:
Maafkan diriku bunda
kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka
Kuingin kau tau bunda
betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu

Akhir lagu
Bunda, engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang

Senin, 30 Juni 2014

3 Tipe Umat Islam dalam Menyambut Puasa Ramadhan

blocopy.blogspot.com.com-Ramadhan sudah berada di tengah-tengah kita, bulan yang penuh berkah ini masih sayang kepada kita, sebab umur dan nyawa tentu tidak ada yang tahu. Bersyukurlah kepada Allah swt karena kita masih diberi kesempatan untuk memperoleh rahmat, Ampunan dan pembakaran dosa melalui puasa ramadhan yang kita jalankan.

Tapi, tahukah anda bahwa kedatangan Ramadhan ternyata tidak sepenuhnya disambut gembira, banyak ragam dari umat Islam dalam menyikapi datangnya ramadhan. Setidaknya ada 3 Tipe Umat Islam dalam menyambut Puasa Ramadhan. Nah, tugas anda adalah merenung dan berpikir,di manakah posisi anda, apakah berada pada posisi dan sikap tipe pertama, kedua atau ketiga.
Puasa Ramadhan
1. Benci dengan Ramadhan
Ternyata ada sebagian umat Islam yang tidak suka dengan datangnya Puasa ramadhan, hal itu tentu memunculkan berbagai asumsi, mulai dari dagangan yang rugi karena tutup pada siang hari, kerjaan terganggu karena takut lapar dan haus jika berpuasa, tidak kuat, tidak sanggup dan alasan-alasan lainnya.

Alasan ini tentu tidak saya terima, sebab bulan ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan Allah, bulan yang penuh berkah dari segala sisi, baik sisi ekonomi, kesehatan dan kemampuan. Oleh karena itu, bagi mereka yang merasa disusahkan dengan datangnya bulan puasa ramadhan, berarti mereka tidak termasuk golongan panggilan Allah swt yaitu golongan orang-orang yang beriman.

2. Biasa-biasa saja
Tipe Umat Islam yang kedua menunjukkan sikap biasa-biasa saja, datangnya ramadhan tidak memberikan pengaruh signifikan bagi mereka. Ramadhan dengan bulan lainnya sama saja dalam asumsi mereka, kehendak mengejar kebaikan pun tidak begitu terlihat, Semboyan mereka tentang hal ini bisa saya asumsikan "Jika sanggup saya puasa, jika tidak sanggup ya ! ndak puasa".

Tipe seperti ini adalah tipe yang tidak mau akan kebaikan, tidak mau akan rahmat dan tidak mau kesempatan untuk memperbaiki diri, tentunya amat disayangkan jika kita menyikapi puasa ramadhan dengan sikap biasa-biasa saja, sebab merugilah kita jika tidak mengambil kesempatan yang baik ini untuk memperbanyak amal ibadah yang mendapat ganjaran berlipat-lipat ganda.

3. Gembiran dan Berharap Ramadhan terus ada
Sahabat-sahabat Rasulullah saw akan gembira jika ramadhan tiba dan menangis jika ramadhan pergi, hal itu karena mereka tahu jika ramadhan merupakan bulan yang amat luar biasa, baik dari sisi rahmat, ampunan, nikmat, petunjuk dan lain sebagainya.

Tipe Umat Islam yang gembira dengan datangnya ramadhan inilah yang perlu kita tanamkan, sebab pada bulan ini lah kesempatan kita untuk meraih sebanyak-banyaknya ridha Allah, meraih kemenangan dan meraih kebahagiaan baik dunia dan akhirat.

Demikianlah artikel tentang 3 Tipe Umat Islam dalam Menyambut Puasa Ramadhan, di manakah posisi anda dalam menyikapi datangnya puasa ramadhan, saya berharap kita semua berada pada posisi yang ketiga ya !. Terima kasih ^-^.

Rabu, 25 Juni 2014

Menggapai Berkah di Bulan Ramadhan

Ramadhan sebentar lagi berada ditengah-tengah kehidupan kita, bagi umat Islam tentunya menjadi kewajiban mutlak untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan, dan bagi mereka yang menjalankannya dengan niat yang tulus dan mengharap ridha Allah swt, maka balasan pahala yang berlipat ganda akan mereka dapatkan, sebaliknya bagi mereka yang enggan menjalankannya, maka laknat Allah akan segera mereka peroleh.

Menggapai Berkah di Bulan Ramadhan adalah pintu utama kita saat menjalankan ibadah puasa tersebut, berkah itu akan lahir berdasarkan kuantitas dan kualitas puasa yang kita jalankan. Jika puasa tersebut dilaksankan dengan keimanan dan ketaqwaan, maka berkah kehidupan akan kita peroleh bahkan sampai akhir hayat nanti.

Berkah dibulan ramadhan adalah ridha Allah swt kepada orang-orang yang beriman ketika menjalankan ibadah puasa dengan pelaksanaan yang benar-benar dijalankan karena kesadaran diri sendiri tanpa ada keterpaksaan, malu terhadap teman dan karena takut akan dosa.

Berkahnya puasa di bulan ramadhan, juga akan dirasakan dari sisi kehidupan, dari sisi pembentukan moral serta melahirkan kepribadian yang baik, bermoral, berakhlak mulia serta tertanamnya rasa iman dan taqwa kepada Allah swt. Keberkahan puasa di bulan ramadhan tidak saja muncul dan menjadi kebiasaan pada saat ramadhan saja, tetapi akan terus berjalan dan terus berestapet di bulan-bulan selanjutnya. Lalu, apa saja keberkahan Puasa di bulan ramadhan yang bisa kita dapatkan:
Ramadhan-puasa
1. Kejujuran
Puasa mengajarkan kejujuran, sebab melaksanakan ibadah puasa diperlukan kejujuran. Ibadah puasa merupakan ibadah tersembunyi yang hanya diketahui oleh diri sendiri serta Allah swt, begitu besar kesempatan untuk berbohong dengan mengatakan “saya berpuasa” namun kenyataannya tidak berpuasa. Akan tetapi hal itu tentu tidak kita lakukan, mengapa? karena puasa membentuk dan menanamkan kejujuran.

2. Sikap Peduli
Berbondong-bondong umat Islam pada saat ramadhan tiba, disetiap menjelang berbuka puasa memberikan sebagian bukaan mereka ke masjid-masjid dengan tujuan untuk bisa dinikmati oleh umat Islam lainnya yang pada saat itu berbuka puasa di masjid. Pemberian itu lahir dari kesadaran sendiri, tidak ada paksaan dan tidak kewajiban. Rasa kedermawanan tumbuh dengan sendirinya, hal ini mengajarkan bahwa puasa melahirkan sikap kepedulian terhadap sesama saudara. Maka, keberkahan puasa akan terus ada dalam sisi kehidupan kita, apabila sikap kepedulian tersebut tetap menjadi prinsip yang tidak saja dilaksanakan saat-saat ramadhan, tetapi tetap tumbuh menghiasi kehidupan di bulan-bulan lainnya.

3. Komitment, Kuat, Kokoh dan tidak berputus asa
Banyak dari mereka yang berpuasa tetapi tidak sampai pada batas yang ditentukan untuk berbuka, mereka membatalkan puasa mereka karena tidak sanggup, tidak kuat menahan rasa dahaga dan rasa lapar yang terus menyerang mereka dikala mereka sedang bekerja, beraktifitas dan berhadapan dengan tantangan-tantangan lainnya. Namun, tidak sedikit yang mampu mempertahankan ibadah puasanya, terus berjuang walau rasa dahaga dan lapar begitu dahsyat, komitmen untuk terus berpuasa, kuat, kokoh dan tidak berputus asa terus mereka jalankan guna mencapai keridhaan Allah swt. 

Dikala sampai waktu berbuka, maka saat itulah momen-momen yang amat nikmat mereka rasakan karena telah menang melawan hawa nafsu, karena telah menang menghadapi tantangan. Rasa syukur yang tidak terhingga kepada Allah swt terus mereka lantunkan, sebab karena ketulusan niat dan lindungan Allah swt mereka telah sampai pada titik akhir perjuangan untuk tetap berpuasa walau tantangan dan ujian begitu besar menghadang mereka.

Banyak lagi keberkahan ibadah puasa di bulan ramadhan yang bisa kita peroleh, jika puasa tersebut kita jalankan dengan niat yang tulus hanya mengharap ridha Allah swt. Tidak saja kejujuran, rasa peduli, membentuk jiwa dan jasmani yang kokoh, kuat, komitmen serta pantang berputus asa, tetapi berkah di bulan ramadhan akan melahirkan berbagai kebaikan yang bisa kita rasakan saat ini sampai akhir kehidupan kita jika puasa di bulan ramadhan dijadikan sebagai panduan dan pembentuk jasmani rohani sebagai satu sisi kehidupan yang baik.

Sabtu, 31 Mei 2014

Benarkah Kita akan ke Surga?

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Abangda Ibrahim Lubis yang memberikan secara ikhlas ruang/fasilitas pada blog blocopy.blogspot.com.com kepada saya yang ingin mencurahkan segala bentuk ide atau tulisan yang ingin saya berikan kepada para pembaca, Semoga amal ibadah serta keikhlasannya mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Allah swt, Amin. Baca juga yang ini yaitu Akan Kemana dan Bagaimana Hidupmu

Benarkah Kita akan ke Surga?
Penulis: Muhammad Arifin
Editor: Ibrahim lubis
Surga-benar-pasti
Benarkah Kita akan ke Surga? inilah yang menjadi pertanyaan saya kepada beberapa ulama dan mereka yang tahu akan hal tersebut, dan jawaban yang mereka utarakan akan saya simpulkan melalui beberapa dalil dan pemahaman saya. adapun kesimpulan dari pertanyaan Benarkah Kita akan ke Surga? yaitu:

1. Tidak bagi Non Muslim
Hal ini berkaitan dengan kepercayaan Agama Islam, jadi sedikitpun saya tidak ada menyinggug dan bermaksud kepada anda yang non muslim, sebab pembicaraan ini khusus pada Agama saya yaitu Islam. Dalam Agama Islam, semua orang Islam akan menuju surga dan memperoleh surga terkecuali bagi mereka yang ingkar kepada Allah swt. Ingkar yang dimaksud di sini adalah secara jelas dan nyata tidak mengakui Keesaan Allah dan tidak menjadikan Agama Islam sebagai agama. Maka hal itu berarti bahwa mereka yang tidak beragama Islam tidak akan pernah ke Surga selama mereka tetap mengingkari keEsaan Allah swt.
2. Neraka Dulu baru ke Surga
Hal ini dimaksudkan bahwa setiap umat Islam yang berbuat dosa akan mendapat ganjaran dengan penyediaan tempat yaitu neraka. Neraka bukanlah tempat peyiksaan, tetapi intinya tempat rehabilitasi bagi mereka yang berbuat dosa selama hidup di dunia, setelah rehabilitasi dan karantina selesai, maka fitrah Islam yang mereka miliki akan dikembalikan Allah swt dan mereka akan ditempatkan ke tempat yang semestinya yaitu Surga.
3. Dalil Al-Qur`an
Berdasarkan firman Allah yang berbunyi:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Quran surah Al-Zalzalah ayat 7-8)

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap umat Islam yang percaya dan bertauhidkan bahwa hanya Allah swt sebagai Tuhan yang Esa dan dia percaya akan hal itu dengan sebenar-benarnya, maka segala ama kebaikannya akan dibalas oleh Allah dengan Imbalan Surga, tapi,.....ke Neraka dulu bagi anda yang ada dosa ya!!! heehee. 

Demikian informasi tentang Benarkah Kita akan ke Surga?, semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi bahan renungan bagi kita umat Islam. Baca juga ya! artikel Lebih baik Miskin daripada kaya. Terima Kasih.

Marhaban Ya Ramadhan (Puasa Sebagai Petunjuk Hidup)

Ramadhan-Puasa-Bulan
Marhaban ya Ramadhan (Puasa Sebagai Petunjuk Hidup)
Oleh : Siti Nurjannah Lubis
(Mahasiswi IAIN-SU Medan)

Marhaban Ya Ramadhan menjadi petunjuk dan tuntunan ibadah umat Islam untuk menduduki dan mencari peringkat Ridha yang begitu dekat dan tinggi di hadapan Allah swt. Menduduki peringkat tertinggi sebagai al-Insanul al-Kamil adalah sesuatu yang amat sangat membutuhkan perjuangan dan niat yang ikhlas.

Hidup di dunia ini merupakan ladang bagi kita untuk terus bercocok tanam dan menuai hasilnya jika waktu telah tiba, namun apa jadinya jika ladang dibiarkan saja, dibiarkan untuk ditumbuhi rerumputan yang tidak bermanfaat akibat dari keserakahan dan hubbut dunia.

Puasa adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam jika sudah datang waktunya, bulan ramadhan adalah bulan yang mewajibkan seluruh umat Islam untuk berpuasa dan hal itu akan terlaksana bagi mereka yang beriman dan sadar jika puasa di bulan ramadhan benar-benar memberikan hikmah yang luar biasa untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak saja memberikan hikmah mendalam bagi kita, tetapi melahirkan berbagai kebaikan bagi mereka yang menjalankan ibadah tersebut, diantaranya adalah:

1. Nilai Kejujuran
Ibadah puasa melahirkan dan membentuk nilai kejujuran, sebab tidak seorang pun yang akan tahu bahwa anda berpuasa atau tidak. Puasa merupakan ibadah tersembunyi yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah swt. Bisa saja anda berbuat curang dengan berpura-pura berpuasa, tetapi mengapa hal itu tidak anda lakukan, hal ini karena puasa itu sendiri mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran.

2. Sikap Peduli dan Dermawan
Banyak mereka yang berlomba-lomba untuk memberi makanan dan minuman untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan dan ini hanya terjadi pada saat bulan Ramadhan saja. Hal ini berarti bahwa ramadhan mengajarkan dan menanamkan sikap peduli akan sesama dan melahirkan sikap dermawan yang selalu prihatin akan sesama dan saudara.

3. Melahirkan Semangat Kokoh, kuat dan Tidak berputus asa
Banyak umat Islam yang tetap berpuasa di bulan ramadhan meskipun harus menahan lapar dan haus, meskipun diterjang panasnya matahari saat bekerja, meskipun dalam keadaan perut kosong dan tenaga berkurang, tetapi semangat untuk tetap berpuasa terus dijalankan. Hal ini berarti bahwa puasa menanamkan sikap dan semangat yang kokoh, kuat dan tidak mudah berputus asa

Marhaban Ya Ramadhan, engkau adalah bulan yang mulia, bulan penuh maghfirah, bulan suci dan bulan yang penuh akan kebaikan. Marhaban Ya Ramadhan, ya Allah,..sampaikanlah diriku untuk berada pada bulan ramadhan, sebab aku rindu akan bulan yang mulia ini, dan berikanlah kesehatan serta kekuatan hamba agar hamba mampu melaksanakan puasa di bulan ramadhan nanti sampai menjelang akhir kemenangan. Amiiiiiin.

Jumat, 30 Mei 2014

Menatap Langit Menuju Masa Depan

Menatap Langit Menuju Masa Depan adalah Arah dan pandangan serta impian harus blocopy.blogspot.com seiring berjalannya waktu yang terus berputar. Injakan kaki yang kian melangkah jauh tidak pernah terhenti demi mewujudkan cita-cita tuk menuju masa depan yang indah dan bahagia. Tatapan kedepan tanpa menoleh kebelakang adalah corak warna kehidupan yang harus ditempuh walau mendapat ribuan tantangan dan rintangan. Saat yang melelahkan dan saat yang membingungkan tentu menjadi rasa bimbang jika terus dibiarkan, maka dari itu perlu langkah strategis untuk mencapai sebuah impian yang akan diwujudkan untuk menatap langit menuju masa depan.

Mata ini terus terfokus pada langit biru nan indah, tiada warna sejati yang menggambarkan keindahan langit selain perpaduan seluruh warna untuk menghiasi bumi dalam tatapan mata yang selalu menengadah ke atas, rasa bimbang, rasa gelisah dan rasa takut kian sirna ketika mata tertuju langit untuk menikmati indahnya kebiruan langit nan cerah.

Menuju masa depan tanpa ada rasa patah semangat dan rasa mengeluh memerlukan perjuangan dan kesungguhan yang amat mendalam untuk diwujudkan, meniti jembatan bersulak belukar, berduri menusuk adalah tantangan yang harus dilewati demi masa depan yang menjadi impian sejati.
Menatap Langit
Kadang hati kian melemah, kadang niat turun berangsur, kadang semangat kiat menurun, itulah sisi kehidupan jika keinginan bersanding dengan keserakahan. Untuk membasmi semua itu diperlukan niat yang tulus serta doa yang berlimpah mengharap ridha dariNya untuk ditunjukkan jalan menuju masa depan yang bahagia dan sentosa. Kutuju mataku menatap langit demi masa depan dunia dan akhir masa.

Menatap langit menuju masa depan adalah tujuan sejati yang hendak dicapai dengan rasa semangat, kerja keras dan perjuangan yang dilandaskan dari doa dan ibadah yang terus dilakukan seiring perjalanan ini berakhir, kapan masa depan itu datang menuju kebahagiaan menjadi jawaban yang telah menanti untuk diketahui. Akhir dari hidup dan perjalanan tentu menjadi pembahasan inti dalam setiap renungan. blocopy.blogspot.comkan hal itu? Jawaban dan realisasi adalah petunjuk sejati untuk mengetahui apakah masa depan kita cerah atau tidak. Terima kasih

Selasa, 20 Mei 2014

Kalimat Bermakna dari Riza Dewi Pertiwi

Kalimat Bermakna dari Riza Dewi Pertiwi - "Baik dihadapan Allah swt adalah jati diri Hamba yang sesungguhnya" adalah ungkapan lisan seorang Riza Dewi Pertiwi. Berteman dengannya tidak saja mengukir inspirasi kepribadian yang tampak shalehah sebagai seorang muslimah, namun lebih kepada ungkapan sebuah kalimat yang bermakna secara hakiki bagi seorang hamba.

Baik dihadapan Allah sebagai Identitas jati diri seorang hamba sesungguhnya. Amanah yang diberikan Allah swt kepada kita manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini merupakan sebuah gambaran kalau manusia itu layak mendapat surga jika benar dan mendapat ridha dari Allah swt.
Bermakna
Apa arti kekayaan, harta, jabatan, cantik, tampan dan semua fasilitas yang kita miliki jika kita hina dihadapan sang pencipta. toh,..kekayaan serta apa saja yang kita miliki itu merupakan titipan saja yang pasti akan diambil oleh pemiliknya. semua apa yang kita nikmati ini akan bermakna jika hal tersebut tetap kita sandarkan dan didasari oleh sebuah peraturan dari sang Maha Kuasa.

Menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya merupakan sebuah sikap dan pembuktian konkrit bagi kita sebagai hamba yang menginginkan predikat Mukmin sejati yang selalu baik dihadapan Allah swt sebagai cermin identitas jati diri yang sesungguhnya.

Inspirasi Seorang Riza Dewi Pertiwi

Sosok Riza Dewi Pertiwi bukanlah wanita yang luar biasa, hanya sekedar wanita biasa saja. Akan tetapi mengapa artikel ini mengangkat Riza Dewi Pertiwi sebagai Inspirasi bagi Wanita yang beragama Islam untuk mencontoh konsep berbusana dan berjilbab yang sudah dilakukannya sejak kelas tingkat SMP.

Ya,..maklumlah saat ini banyak wanita-wanita yang enggan memakai jilbab ala Islam yang menurut mereka terkesan kuno atau Jadul alias ketinggalan Jaman serta tidak modern. padahal sesungguhnya konsep Islam sudah cukup apik dan tertata rapi dalam memerintahkan bagaimana Kaum hawa untuk menutup aurat mereka secara benar.
Riza Dewi Pertiwi
Inspirasi Seorang Riza Dewi Pertiwi bukanlah sebuah kajian fiktif belaka yang hanya mengandalkan teori saja, akan tetapi lebih kepada analisis realita dan fakta nyata bagaimana seharusnya seorang wanita Muslimah untuk menutupi auratnya serta tidak ragu menggunakan jilbab sesuai dengan peraturan Islam.

Kalau seorang Riza Dewi Pertiwi bisa melakukan hal demikian tanpa ada keraguan untuk malu, dianggap Jadul dan tidak modern, kenapa dengan Anda wahai Wanita Islam yang masih malu dan ragu. Sebagaimana Pesan dari Riza Dewi Pertiwi "Jilbab dan Busana Islam tidak akan menjadikan kita sebagai wanita yang Jadul, Tidak Modern dan cantik, akan tetapi jelas, Jilbab dan Busanan Islam lebih kepada cara kita untuk memperkenalkan diri dihadapan Allah swt sebagai seorang Wanita yang Shalehah yang InsyaAllah akan mendapatkan keberkahan dan kebaikan dalam hidup baik di dunia dan Akhirat".

Insipirasi ini merupakan salah satu langkah bagi Kita terkhusus Para Wanita Islam untuk mengetahui bahkan meyakini bahwa Islam tidak Jadul, Kuno dan ketinggalan Jaman. konsep Islam tentang Jilbab dan Busana yang sesuai akan memberikan dampak Positif di Era Modern dengan ala Islam yang akan mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah swt. Wanita seperti inilah yang banyak dinanti para Pria baik (tentunya) untuk dijadikan sebagai salah satu syarat Calon Pasangan Hidup Baginya.

Meraih Sukses dengan Belajar dari Lebah

Meraih Sukses dengan Belajar dari Lebah - Banyak hal yang bisa dipelajari dari seekor lebah yang merupakan salah satu hewan yang memiliki banyak manfaat. Seorang mukmin memiliki keistimewaan dibandingkan manusia lain. Kemanapun seorang mukmin berada, apapun yang dilakukan, amanah apapun yang diemban akan selalu membawa manfaat dan kebaikan bagi manusia atau-pun alam sekitarnya. Lalu apa saja yang bisa kita peljari dari kehidupan lebah? berikut penjelasan:

Meraih Sukses dengan Belajar dari Lebah
Lebah
1. Tempat yang Baik
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan, tempat yang bersih, yang banyak terdapat bunga atau buah yang banyak mengandung nektar, tidak seperti lalat yang mudah ditemui disetiap tempat, terutama tempat yang kotor, lalu hinggap di tempat bersih dengan membawa kotoran dari tempat lain. Sudah seharusnya seorang Muslim belajar dari lebah, seorang Muslim sudah seharusnya hanya mau makan dan minum yang halal dan thoyib (baik), mencari nafkah dengan cara yang halal, serta amanah dalam segala hal untuk kebaikan manusia dan alam sekitarnya.

2. Halal dan Toyyibah
Lebah hanya mengeluarkan yang bersih dari dalam tubuhnya, yaitu madu. Madu berasal dari perut lebah dan mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan. Setiap Muslim harus menjaga semua ucapannya karena ucapan yang tidak dijaga dapat menimbulkan sakit hati, komentar yag tidak sesuai dengan yang sebenarnya terjadi akan jadi fitnah, jadi seharusnya tidak ada satupun perkataan yang keluar kecuali perkataan yang baik.

3. Ramah, Baik dan Aman
Lebah tidak akan merusak semua yang dipijaknya, sehingga lebah tidak akan merusak alam sekitarnya. Seorang Muslim seharusnya tidak melakukan perusakan, seharusnya dapat melakukan perbaikan-perbaikan dengan cara yang tepat, baik perbaikan terhadap moral ataupun perbaikan fisik, tidak hanya perbaikan terhadap diri sendiri, tapi juga dapat mengajak atau membantu perbaikan di masyarakat agar tumbuh masyarakat yang memiliki akhlak dan akidah yang baik.

4. Gigih, Semangat tinggi dan Pekerja Keras
Lebah merupakan hewan pekerja keras, Lebah pekerja akan membersihkan tiap bagian heksagonal sarang, kemudian lebah ratu akan menempatkan telur baru di tengah bagian heksagonal dengan salah satu ujungnya menempel selama tiga hari. Setelah itu menjadi larva selama 6 hari, lebah pekerja akan memberikan royal jelly yang diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala lebah pekerja, setelah memesuki fase pupa yaitu selama 12 hari maka pupa akan ditutupi dengan lilin hingga menetas menjadi lebah pekerja dewasa.

5. Tidak Putus asa dan Pantang Menyerah
Kerja keras dan sikap pantang menyerah harus ada dalam diri setiap Muslim, terutama dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Selain itu, sifat lebah yang tunduk pada satu pimpinan yaitu ratu lebah juga dapat dicontoh. Lebah pun tidak akan pernah mengganggu kecuali merasa terancam. Antara Muslim yang satu dengan yang lain bagaikan satu bangunan, oleh karena itu, sebaiknya sifat tolong menolong, bekerja sama, dan saling menjaga dalam kebaikan adalah suatu keharusan bagi setiap Muslim.


Demikian artikel tentang Meraih Sukses dengan Belajar dari Lebah, semoga artikel ini menjadi pelajaran berharga bagi kita yang ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Terima kasih!.